//Bupati Nias : PGRI Harus Berjuang Mendesak Agar Guru Honorer Diangkat ASN

Bupati Nias : PGRI Harus Berjuang Mendesak Agar Guru Honorer Diangkat ASN

NIASTODAY.CO | NIAS – Berbicara mutu pendidikan tidak terlepas dari ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas, serta sarana prasarana yang memadai. Kualitas dan mutu pendidikan ini menjadi persoalan serius di Kabupaten Nias saat ini, yang mana hasil Ujian Nasioanl (UN) tingkat SMA tahun 2018 yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu memperoleh nilai terendah Se-Sumatera Utara, dan salah satu penyebabnya adalah kekurangan tenaga pendidik.

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Nias saat ini adalah hampir disetiap satuan pendidikan kekurangan guru, bahkan ada dibeberapa sekolah hanya satu orang berstatus PNS, selebihnya Guru Tidak Tetap (GTT). Selain itu persoalan lainnya adalah kualitas dan kualifikasi guru serta sarana prasarana yang masih belum memadai.

Hal disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Drs. F Yanus Larosa, M. AP saat membacakan sambutan Bupati Nias pada pelantikan pengurus PGRI Kabupaten Nias, di lantai III kantor Bupati Nias pada pekan lalu, Rabu (30/5).

Dikatakan Sekda, kekurangan guru terjadi karena semakin betambahnya jumlah guru PNS yang mencapai batas usia pensiun dan juga akibat adanya moratorium penerimaan ASN dari Pemerintah pusat yang sampai saat ini belum dicabut. Dari sisi peningkatan kualitas dan kualifikasi guru, Pemerintah Kabupaten Nias juga sudah berupaya melakukan pemebenahan, namun masih jauh dari yang diharapkan.

“Selama ini Pemerintah Kabupaten Nias sudah berupaya mengatasi kekurangan guru dengan merekrut tenaga Guru Bantu Daerah (GBD) sejak 2016 secara bertahap, sekalipun anggaran kita terbatas namun GBD ini masih aktif sampai sekarang,” Beber Sekda.

Pada kesempatan ini Sekda menyampaikan bahwa Bupati Nias menyambut baik pemebentukan PGRI Kabupaten Nias, serta berharap kepada pengurus di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun tingkat pusat berjuang bersama membangun pendidikan di wilayah kabupaten Nias terutama dalam menyuarakan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.

“Bapak Bupati Nias berpesan, bila perlu diharapkan PGRI menyuarakan dan memperjuangkan agar guru honorer yang sudah mengabdi selama ini dapat diangkat menjadi PNS, karena pengabdian mereka yang sudah bertahun-tahun, sudah cukup memiliki pengalaman maun profesionalisme tidak diragukan lagi,” Harapnya.

Bupati Nias juga berharap agar pengurus PGRI yang baru dilantik dapat menyusun program kegiatannya melalui Gerakan Kreatif, Inovatif dan Sinergitas, sehingga mampu merangsang semangat para guru guna memajukan pendidikan yang bermutu, demi terwujudnya masyarakat Nias yang maju, mandiri dan sejahtera.

“Sejak adanya pemekaran Kabupaten/Kota pada tahun 2008 yang lalu, PGRI Kabupaten Nias sudah tidak aktif lagi, sehingga Bapak Bupati sangat mengapresiasi inisiatif pengurus PGRI pusat dan Provinsi telah membentuk kepengurusan PGRI di Kabupaten Nias, dan diharapkan dapat menjadi ujung tombak dan mitra Pemerintah daerah dalam membangun pendidikan di wilayah Kabupaten Nias,” Kata Sekda.

(Red/Tim)