//Seorang Anggota Polisi Diduga Dianiaya Oknum Sipir Lapas

Seorang Anggota Polisi Diduga Dianiaya Oknum Sipir Lapas

 

 

GUNUNGSITOLI – NIASTODAY.CO

Beberapa oknum sipir dari Lepas Kelas 2B Gunungsitoli, diduga melakukan penganiayaan terhadap Bripda TJH alias Tomcat seorang anggota Kepolisian Resort Nias yang menjadi warga binaan atas kasus penganiayaan.

Hal itu disampaikan Sesi Zebua salah seorang saksi mata kejadian saat menghadiri sebagai undangan biduan oleh salah seorang pegawai Lapas pada perayaan Hari ulang tahun Lapas Ke 54, kepada wartawan, di Gunungsitoli, Sumatera Utara. Senin (30/4/2018)

Dia memberitahu bahwa insiden itu terjadi, Jumat (27/4) kemarin disaat berlangsungnya acara Hut Lapas ke 54.

Pada saat itu, dirinya bersama rekannya tengah diperiksa oleh salah seorang sipir Lapas laki – laki yang menuding pihak nya telah membawa minuman keras.

Secara tiba – tiba, salah seorang oknum sipir lapas Laki – Laki berinisial (FIL) melontarkan ucapan tidak senonoh kepada pihaknya.

“Tolong di buka Stockingnya kalau bisa sekalian celananya,” Ucap Sesi ketika meniru ucapan oknum sipir Lapas tersebut.

Setelah itu, lanjut Sesi, Tiba – tiba seorang anggota Polres Nias Bripda TJH alias Tomcat menegur oknum sipir Lapas tersebut atas sikap yang tidak senonoh kepada pihaknya.

Mendengar perkataan Bripda TJH alias Tomket, Beberapa oknum Sipir lapas langsung menghapiri Bripda TJH dengan melakukan penganiayaan hingga mencekik leher seorang anggota Polisi tersebut hingga babak belur. Tuturnya

Yoppy salah seorang saksi mata lainnya yang hadir sebagai pemain keyboard pada acara tersebut menyaksikan penganiayaan dan sikap dari oknum sipir Lapas tersebut.

“Saat itu sempat terjadi keributan akibat insiden pemukulan yang terjadi,” Katanya kepada wartawan via seluler. Senin (30/4)

Ketua DPC LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kota Gunungsitoli, Markus Hulu, Ketika menanggapi insiden tersebut mengecam sikap arogan yang dipertontonkan Oknum sipir Lapas Kelas IIB Gunungsitoli.

Dia mendesak Kementian Hukum dan Ham RI agar mengevaluasi oknum Sipir Lapas Kelas IIB Gunungsitoli yang diduga melakukan penganiayaan atau kekerasan terhadap warga binaan.

“Berdasarkan Hak-hak warga binaan yang di atur dalam pasal 14 ayat (1) undang-undang Pemasyarakatan huruf (e) bahwa setiap warga binaan dapat menyampaiakan keluhanya, Kita berharap agar oknum binaan tersebut dapat melaporkan peristiwa yang dialaminya secara resmi,” Harap Markus

Hingga saat ini belum ada pihak Lapas yang bersedia dikonfirmasi wartawan perihal insiden tersebut.

(Tim)