Dua Wakil Rakyat Asal Nias Utara Diduga Mengamuk Saat Rapat.

 

NIASTODAY.CO | Nias Utara –┬áBeberapa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias Utara Fraksi Partai Amanat Nasional, berinisial AW dan NZ, Diduga mengamuk saat pelaksanaan Rapat paripurna tertutup, Selasa (17/4) kemarin, yang digelar di lantai III aula Gedung DPRD, Hilihao, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Hal itu tampak dalam video amatir berdurasi 5 menit 41 detik yang baru beredar Kamis (19/4/2018) di tengah – tengah masyarakat.

Salah seorang staf Sekretariat DPRD (yang meminta namanya tidak disebut dalam pemberitaan) ketika dikonfirmasi wartawan menginformasikan bahwa akibat kericuhan itu rapat sempat tertunda.

Namun ketika ditanya, terkait kerusakan yang di akibat atas keributan tersebut serta pemicu keributan, Dia enggan berkomentar lebih lanjut dan menyarankan berkonsultasi kepada Ketua dan Sekretaris DPRD.

“Baru dimulai, Rapat tiba – tiba ditunda waktu itu bang sekitar 20 menit lebih karena ada yang ribut – ribut,” Ucapnya. Kamis (19/4)

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, insiden itu bermula dari saat berlangsungnya rapat yang mana oknum anggota DPRD yang berinisial AW protes sembari berdiri dan meneriaki pimpinan rapat. Tidak hanya itu, AW menyambangi Sekretaris DPRD untuk tidak melanjutkan rapat paripurna.

Diwaktu yang sama, Tiba – tiba anggota DRPD lainnya berinisial NZ, yang sebelumnya diluar ruangan langsung masuk kedalam ruang rapat ikut protes kepada pimpinan rapat dengan berteriak dan menghentakkan keras meja rapat dan kaca pintu.

Akibat keributan itu, beberapa fasilitas rusak dan mengundang reaksi warga yang terkejut mendengar suara keributan hebat didalam ruang anggota dewan. Warga penasaran dan ramai – ramai memenuhi ruang rapat dewan.

Beberapa warga memiliki persepsi berbeda atas insiden tersebut. Disatu sisi mendukung sikap kedua wakil rakyat asal PAN itu yang gerah dengan lembaga DPRD Kabupaten Nias Utara dinilai kerap tidak mengakomodir aspirasi rakyat disegala sektor.

Sedangkan asumsi lain muncul dengan menilai sikap yang dipertontonkan dua oknum wakil rakyat tersebut tidak pantas.

Walau ricuh, Pimpinan rapat tetap melanjutkan agenda yang diduga terkait penggantian Ketua DPRD pasca dilakukan skrors waktu, dan kedua oknum anggota DPRD tersebut meninggalkan ruangan sidang usai melampiaskan amarahnya.

Hingga kini, Kamis (19/4) petang, masih belum ada keterangan resmi dari DPRD Kabupaten Nias Utara terkait insiden tersebut, Para Sekretariat dan Pimpinan Dewan kompak bungkam sembari menghindari wartawan.

(Red/K/F/A)